Screenshot_10

Satu dari tiga orang dewasa berumur diatas 30 th. seringkai terbangun pada malam hari lantaran buang air kecil, sekurang-kurangnya 2 x dalam semalam.

Keadaan yang mengganggu ini dimaksud nokturia, serta bersamaan menambahnya umur begitu mungkin saja hasrat buang air kecil pada malam hari jadi makin kerap.

Masalahnya, nokturia dapat mengganggu kwalitas tidur, mengakibatkan stres, gampang geram sampai terasa kelelahan di siang hari.

Terdapat beberapa aspek yang dapat jadi penyebabnya nokturia, salah satunya sleep apnea, diabetes yang tidak diobati, permasalahan jantung, obat-obatan yang tengah dikonsumsi, mengkonsumsi alkohol, konsusi cafein, maupun lantaran sangat banyak minum air.

Beberapa waktu terakhir, beberapa pakar sudah mengidentifikasi mengkonsumsi garam berlebihan sebagai potensi penyebab lain. Satu studi baru yang di uraikan di Asosiasi Eropa Urologi tunjukkan, kalau Anda bisa memotong resiko ini cuma dengan membatasi konsumsi garam.

Beberapa peneliti merekrut 321 orang dewasa Jepang yang rata-rata mengonsumsi pada 9 sampai 11 gr garam satu hari serta punya masalah dengan tidur. Butuh di ketahui, jumlah itu melebihi batas atas American Heart Association 2. 3 gr garam /hari.

Pola makan di Jepang memanglah condong tinggi garam. Namun dengan semuanya makanan olahan Amerika, pasti konsumsi garam orang-orang Amerika juga tidak tidak sama jauh.

Sepanjang 12 minggu, dua pertiga dari peserta kurangi mengkonsumsi garam mereka dari 10, 7 gr jadi 8 gr satu hari.

Bekasnya tingkatkan konsumsi garam dari 9, 6 gr jadi 11 gr. Seperti yang diprediksikan, mereka yang tingkatkan konsumsi garam buang air kecil semakin banyak pada malam hari di banding terlebih dulu, rata-rata bertambah 2, 7 kali.

Demikian sebaliknya beberapa peserta yang kurangi konsumsi garam buang air kecil lebih tidak sering pada malam hari, dari 2, 3 menyusut sampai 1, 4 kali.

Pemimpin riset Dr Tomohiro Matsuo, seseorang urolog di University of Nagasaki, mengungkap kalau konsumsi garam berlebihan bisa jadi memperburuk nokturia.

“Pasien dengan konsumsi garam yang terlalu berlebih, condong terasa lebih haus serta minum semakin banyak cairan, ” tuturnya.

“Akibatnya, jumlah cairan berlebihan bisa mengakibatkan poliuria – keunggulan produksi urin – atau edema umum, yang bermakna retensi cairan serta pembengkakan di semua badan, ” terang Matsuo.

Riset paling baru ini yaitu yang pertama tunjukkan efek penting dari mengkonsumsi garam berlebihan.

“Buang air kecil pada malam hari yaitu permasalahan yang begitu mengganggu untuk beberapa orang, terlebih bersamaan menambahnya umur. Merubah pola makan dengan kurangi konsumsi garam dengan cara penting kurangi frekwensi pipis, hingga kwalitas hidup juga bertambah, ” kata Matsuo.

sumber : KOMPAS. com –

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *