Screenshot_14
BANYAK hal yang dapat dipelajari mengenai budaya kerja satu negara. Tapi bagaimana deskripsi istirahat makan siang di semua dunia? Kami ajukan pertanyaan pada beberapa orang dari semua dunia bagaimana makan siang mereka.

Seperti ditulis dari BBC Indonesia, Senin (5/2/2018) tersebut beberapa pilihan beberapa pekerja di semua dunia juga akan makan siang mereka.

BERITA TERKAIT +
Di Jerman Makan Kari Sosis, bila di Prancis Menu Makan Siang Pegawai Kantorannya Apa Ya?
10 Menu Makan Siang di Kantor dari Beragam Negara, di Inggris Makan Sup Kentang bila Pekerja Italia Lahap Sup Kacang
Menu Makan Siang di Sekolah Amerika Serikat sampai India Tidak Menggugah Selera!
BACA JUGA :

5 Panduan Memasak Saus Tomat serta Basil untuk Sajian Ciri khas Italia

Mumbai, India

Belakangan ini, semakin sedikit saat untuk makan siang di Mumbai, kata Mukul Paraekh, yang umumnya makan siang di meja kerjanya sepanjang 1/2 jam di siang hari. Paraekh, seseorang manajer kantor di satu kantor akuntan, menyalahkan kemacetan jalan raya serta meningkatnya desakan pada pekerja di kota karena makin menyusutnya saat mereka. Makan siang cepat saji yaitu prioritas paling utama.

Walau umumnya membawa makan siang dari tempat tinggal, ada pula alternatif – serta jalan keluar unik di Mumbai. Kotak makanan panas yang di kirim, yang dimaksud tiffins, di kirim ke kantor dari restoran atau tempat tinggal beberapa orang yang di kenal dengan nama dabbawal.

Dabbawal memakai system kode unik untuk mencari beberapa ratus ribu makanan yang mereka kirimkan, serta selama ini cuma berlangsung 3, 4 kekeliruan per sejuta transaksi.

” System pengkodean rahasia ini diteruskan ke pakar waris mereka serta bisnisnya keluarga ini telah berjalan sepanjang bertahun-tahun, ” kata Paraekh yang berumur 63 th..

Mbale, Uganda

Lantas bagaimana di Mbale, Uganda? Ini tempat Sarah Gimono bekerja jadi manajer project untuk satu instansi nirlaba. Dia menyebutkan kalau makan secepat mungkin saja berikan orang semakin banyak saat untuk bekerja. Serta makan siang tidak sering sekali diluputkan.

” Makan malam kurang perlu di Uganda di banding makan siang, waktu orang juga butuh istirahat kerja, ” kata pekerja berumur 27 th. itu. Ia umumnya memakai saat 30 menit untuk makan siang serta mengerjakannya di restoran paling dekat.

” Budaya kerja di Uganda begitu beragam waktu makan siang, sebagian orang makan di kantor serta yang lain pergi ke restoran paling dekat serta nikmati makan siang dalam satu tim. ”

Mujur untuk Gimono, yang seringkali lakukan riset lapangan di beberapa project di sekitaran Uganda. Makanan jalanan yang cepat, murah serta lezat, seperti rolex (demikianlah nama – chapatti gulung ini) dengan kombinasi telur, bawang goreng serta tomat – gampang didapat.