Screenshot_11

JAKARTA — Dokter Spesialis Anak dari Tempat tinggal Sakit Bunda, Jakarta, dr Markus Danusantoso, SpA mengatakan semakin besar anak, jadi kekuatan sosial emosionalnya bakal makin berkembang. Karenanya orang-tua mesti mendukungnya.

“Jangan biarlah anak berkembang seperti apa yang ada. Umpamanya ada anak-anak bermain namun dia egois. Mainan di ambil rekannya ngamuk-ngamuk. Itu tak bisa dilewatkan, ” katanya yang juga jadi ELC Child Development Specialist.

Menurut dia, kekuatan sosial emosional anak mesti dibantu orang-tua. Umpamanya ingindalian emosi pada bayi serta anak, saat anak geram kecewa pada saat bayi, orang-tua mesti dapat menentramkan bayi umpamanya dengan memeluk bayi, menepuk bayi, mengajak bicara serta tempatkan bayi di dada ibu.

Namun kenyataannya waktu anak rewel, orang-tua jadi menyetelkan musik, sembari sebagian asikan bermain gawai. Atau malah dia jadi memanggil pengasuh anak. Orang-tua tidak ingin tahu langkahnya bagaimana membereskan anak rewel. Semakin lama bayi semakin besar, bila waktu memerlukan yang datang malah pengasuhnya, jadi tak heran bila anak jadi agak jauh dengan orang-tua. Karna keperluan apa pun tak segera disikapi orangtuanya.

Prinsip ingindalian emosi, menurut dokter Markus, yaitu kelekatan orang-tua atau pengasuh dengan anak (attachment) serta orang-tua atau pengasuh senantiasa siap menolong menentramkan anak (available). “Selalu siap menolong menentramkan anak. Beberapa hal seperti ini terkadang lupa. Waktu anak perlu pertolongan kita repot. Menyuruh orang lain. Lantas waktu punya masalah anak maunya ditenangin orang lain, tidak ingin sama kita (orangtua), ” katanya dalam acara “Develop Social and Emotional Skills Through Playing” yang diadakan Early Learning Centre (ELC), sebagai penyedia mainan yang menolong perubahan anak, di Jakarta, belum lama ini.

Tidak cuma itu, terkadang saudara atau rekan sebaya menolong menentramkan anak. Bila orang-tua miliki tiga anak, bila dapat kakak-kakaknya menolong untuk memberi jalan keluar, menolong adik yang tengah emosi. Namun kadang-kadang kakak asik sendiri. Karna orang-tua telah memberi jenis pekerjaan, atau kakak repot dengan gawainya.

“Tidak perduli hal seperti itu. Serta ini bikin jalinan semasing keluarga jadi renggang, ” imbuhnya.

Jadi menurut dr Markus M. Danusantoso, dengan terjadinya komunikasi dua arah ketika bermain, baik dengan cara verbal ataupun non verbal, jadi kekuatan sosial anak juga ikut terasah. Kekuatan sosial emosional anak bisa dimaksimalkan juga oleh orang-tua dengan banyak hal seperti senantiasa tunjukkan cinta kasih saat ada di dekat anak, berlaku peka, responsif serta siap menolong anak, bermain berbarengan anak dengan permainan yang sesuai sama umur serta perubahannya, senantiasa mengajak anak bicara serta berikan keterangan, dan senantiasa bertemu serta tatap mata waktu bicara dengan anak.
sumber:REPUBLIKA. CO. ID,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *