Screenshot_10

Liputan6. com, Jakarta – Kehadiran ban tubeless makin di terima pasar. Ban type ini begitu praktis, lantaran waktu tertusuk paku ban tak segera bocor. Alhasil kendaraan masihlah dapat melaju sampai temukan tempat tambal ban untuk dikerjakan perbaikan.

Passenger Car Business Manager PT Michelin Indonesia Refil Hidayat menyampaikan, bila ban tubeless alami bocor lantaran tertancap paku, dianjurkan tak memakai tehnik penambalan plug repair.

Kapan Nissan Luncurkan Grand Livina Paling baru?
Tambal ban lewat cara plug repair kerap diketemukan di bengkel tepi jalan. Ban bakal ditusuk dari luar, lantas dipakai karet serupa cacing ditancapkan, lalu ditarik serta digunting.

“Cara ini sangat mungkin ada bahan lain masuk, seperti hydro maupun cairan yang lama kelamaan bakal panas, serta pengaruhi sisi susunan dalam ban, ” tutur Refil waktu didapati Liputan6. com sekian waktu lalu.

Demikian sebaliknya, kata Refil, langkah paling baik untuk lakukan tambal ban tubeless yakni ditambal dari dalam, atau di kenal dengan sebutan tehnik panduan top.

Langkah tersebut dimaksud lebih ampuh, lantaran ban ditambal segera dari dalam memakai karet seukuran logam, lantas dipanaskan supaya melebar serta rekat.

Tehnik ini dapat dimaksud dapat menambal di bagian dinding. Lain dengan plug repair yg tidak dapat dikerjakan. Dengan panduan top, tidak cuma lubang kecil, namun juga lubang yang lebih lebar.

Akan tetapi, tehnik panduan top juga mempunyai kekurangan yakni saat yang diaplikasikan cukup lama. Sebab, ban yang tertusuk mesti dilepaskan, lalu ban diangkat.

Demikian sebaliknya waktu bakal menempatkan kembali membutuhkan saat lama. Diluar itu, harga tambal ban panduan top juga dimaksud lebih mahal dibanding plug repair.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *