Screenshot_11

Jakarta – Akhir minggu lalu, Ibu Kota serta beberapa daerah penyangganya diguyur hujan lebat di sore hari. Seperti umum, genangan air segera nampak di mana-mana. Seumpama di Kalimalang sampai bekasi.

Pantauan Liputan6. com yang kebetulan melintas, sebelumnya melalui genangan, banyak ingindara motor lakukan hal unik pada kendaraannya. Mereka lebih dahulu menutupi lubang knalpot dengan plastik, atau menyumpalnya memakai kain.

” Agar tidak mogok, ” tutur salah seseorang ingindara motor itu. Pertanyaannya, apakah benar sekian? Bagaimana penuturannya?

Eko Safitrianto, mekanik Clinic Motor yang terdapat di Duren Tiga, Jakarta Selatan, menyampaikan kalau hal itu logis. Pasalnya, dengan lakukan itu, mereka menghadapi air masuk ke knalpot, yang sangat mungkin masuk ke sisi mesin.

” Ngaruh, bila umpamanya tak ditutup, air itu bakal masuk knalpot. Peluang kelak dapat mogok motornya, ” katanya pada Liputan6. com, Senin (3/4/2017).

Tetapi ini tak berlaku serta-merta. Dalam arti, motor baru dapat mogok saat air telah melalui pangkal knalpot.

” Mogoknya waktu air masuk knalpot, lantas masuk silinder head, masuk lah ke mesin. Bila airnya hanya hingga leher knalpot doang, atau belum, masihlah aman, ” imbuhnya.

Tetapi butuh dicatat, hal semacam ini dikerjakan dengan prasyarat motornya juga dimatikan. Sebab menurut Eko bakal sia-sia dalam keadaan itu motor tetaplah dipaksa hidup. ” Jadi bila telah knalpot ditutup, dituntun saja agar aman, ” tutupnya.

sumber : Liputan6. com,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *