Screenshot_10

Sejumlah seribu buah lampion diterbangkan di komplek website Percandian Muarojambi, Propinsi Jambi mendekati detik-detik perayaan Waisak 2561BE/2017, Kamis awal hari. Pelepasan lampion beragam warna itu dikerjakan tepatnya di pelataran Candi Gumpung yang disebut bangunan candi paling utama yang ada di website percandian paling besar di Indonesia itu.

Sebelumnya diterbangkan ke hawa pas jam 02. 30 WIB, umat Buddha memanjatkan doa untuk keselamatan supaya bangsa Indonesia makin maju serta dihindarkan dari semua perseteruan horizontal untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI).

Gubernur Jambi Zumi Zola yang datang saat malam puncak perayaan Waisak itu juga ikut menerbangkan lampion berbarengan umat Buddha yang ada dari beragam daerah di Propinsi Jambi. Pengunjung dari beragam daerah yang datang melihat juga di beri satu lampion dengan cara gratis untuk diterbangkan berbarengan ke hawa.

” Mudah-mudahan dalam perayaan Waisak th. ini diberikan ketenteraman serta kenyamanan antarumat beragama, ” kata Ching, satu diantara umat Buddha yang datang ke kompleks percandian Muarojambi untuk melakukan beribadah.

Ia menyampaikan, menerbangkan lampion jadi lambang kirim doa supaya di beri keberkahan dalam tiap-tiap menggerakkan aktivitasnya. Sesaat pengunjung yang datang terlihat ber-swafoto dengan latar sinar pendar merah lampion. Sesudah menerbangkan lampion, umat Buddha meneruskan dengan meditasi sebagai ritual dalam menyongsong detik-detik Waisak yang diawali pas jam 03. 30 WIB.

Kompleks Percandian Muarojambi yang disebut website percandian terluas di Indonesia itu pada sebagian era silam yaitu universitas atau pusat pendidikan ajaran Buddha. Lokasi percandian Muarojambi itu mempunyai 82 reruntuhan (menapo) bangunan kuno. Sekarang ini telah ada delapan bangunan candi yang sudah dipugar serta dilestarikan dengan cara intensif oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.

sumber : REPUBLIKA. CO. ID,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *