Tepi Perairan Natuna

Musim utara belumlah selesai sepenuhnya di wilayah perairan Natuna yang berhadapan dengan Laut Cina Selatan. Biasanya dalam rentang waktu November hingga Februari setiap tahunnya, gelombang perairan tak ramah bagi para pelancong. Bahkan saat puncak musim utara, selain angin yang bertiup kencang, gelombang lautnya dapat mengangkat kapal hingga dapat memabukkan para penumpangnya. Daratan dan perairannya mengandung berbagai barang tambang yang melimpah seperti pasir kuarsa, gas alam dan minyak bumi. Daftar kekayaan itu masih ditambah dengan ekosistem perairan dangkal dan laut dalam, yang menjadi hunian berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Sementara masyarakat yang bermukim di sejumlah kecil pulau – pulau menyimpan juga keberagaman asal mereka. Natuna memang mencuri perhatian. Pemandangan dari udara selalu memikat mata orang – orang yang datang.

perairan

Salah satunya yang dimiliki Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna, akan terlihat gugusan terumbu karang yang ditutupi air laut berwarna hijau muda, hamparan pasir putih dan hutan yang hijau di bagian daratan sangat menarik untuk disinggahi. Ranai berada di Pulau Natuna Besar, yang lebih dikenal sebagai Pulau Bunguran Besar oleh warga Natuna. Gugusan pulau di Natuna terbagi menjadi gugusan Pulau Natuna (Pulau Sedanau, Pulau Bunguran, Pulau Laut dan Pulau Tiga), gugusan Pulau Serasan (Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi Besar dan Pulau Subi Kecil). Natuna memiliki perairan yang lebih luas ketimbang daratan (sekitar 70 persen lautan). Berdasarkan kondisi fisiknya, Kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu. Dataran rendah dan landau banyak ditemukan di pinggir pantai. Ketinggian wilayah antara kecamatan cukup beragam, berkisar antara 3 hingga 1.035 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 2 hingga 5 meter. Rencana pengembangan pariwisata Natuna  sebenarnya telah dijajaki sejak tahun 2004. Kabupaten Natuna dapat dikembangkan menjadi pulau wisata dengan cara menjaga keaslian alamnya. Modal lainnya yakni kisah masa lalu Natuna yang terletak pada posisi strategis dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, Jepang dan pihak sekutu pada masa penjajahan memperebutkan wilayah Pulau Tujuh, yang kini secara administratif berada di wilayah Natuna dan Anambas sebagai basis pertahanan mereka waktu itu. Kisah peperangan inilah yang membungkus wisata budaya, bahari dan sejarah di wilayah Natuna.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *